Bagaimana Mengatasi Masalah Tidur Si buah Hati

PDFPrintE-mail

Anak kecil biasa punya masalah tidur. Namun sikap orang tua terhadap masalah tersebut berbeda-beda. Ada yang tetap tenang jika buah hatinya tidak mau tidur atau berkali-kali bangun di tengah malam dan merengek. Ada juga yang merasa kesal dan lelah karena terganggu tidurnya.

Jika tak ada masalah dengan kebiasaan tidur anak, tak perlu khawatir dengan yang orang lain katakan. Jika ada masalah, berikut ada beberapa cara yang bisa dicoba. Berikut tips-tips Bagaimana mengatasi masalah tidur si buah hati.

1. Cobalah untuk tidak terlalu tegang karena ia tidak tidur. Si buah hati dapat merasakan kecemasan kita.

2. Bersikaplah tegas. Anak dan orang tua sama-sama butuh istirahat. Jangan menganggapnya nakal, karena anak yang rewel biasanya hanya ingin mendapat perhatian lebih.

3. Pastikan ia mendapat cukup udara segar dan cukup gerak pada siang harinya.

4. Persingkat ia mendapat cukup udara segar dan jangat terlalu sore. Jika tidurnya terlalu malam, mulailah suatu kebiasaan yang dilakukan 10 menit lebih awal setiap malam.

5. Biarkan si kecil duduk dan merasa dekat dengan kita. Tunggu sampai matanya mulai berat lalu bawa ke tempat tidur.

6. Jangan paksa ia langsung tidur atau menyuruhnya tidur sebagai hukuman.

7. Jangan pernah menyuruhnya tidur ketika perasaannya sedang sedang sedih, misalnya sehabis dimarahi.

8. Jika si kecil ngempeng, tinggalkan empeng di tempat tidurnya agar dapat ia pakai waktu terbangun di malam hari. Pastikan ada juga benda lain yang menenangkan, seperti mainan kesayangannya.

9. Pastikan kamar tidurnya hangat.

10. Putar musik yang lembut.

11. Cobalah cari tahu apakah ada hal yang mengganggu si kecil. Jika ia menangis terus, bisa jadi ada sesuatu yang dikhawatirkannya.

12. Sebagai imbalan atas tidak membangunkan orang tua, berikan hadiah untuk balita yang sudah lebih besar. Misalnya, dengan diagram bintang yang terus bertambah setiap ia berprestasi.

Sumber :
Buku TODDLERCARE “ Pedoman Merawat Balita “
Pengarang : June Thompson
Penerbit : Erlangga , Hal. 19

Most Read Articles

esis emir