Apakah suatu Merek itu Penting ?

PDFPrintE-mail

Roberto Goizueta, mantan Preseiden Direktur Coca-Cola: Seluruh bangunan pabrik dan fasilitas Coca-Cola bisa saja terbakar besok pagi, tapi Anda akan sulit menyentuh nilai perusahaan; sebenarnya, semua terletak pada goodwill yang dimiliki franchise merek kami dan pengetahuan kolektif yang dimiliki oleh perusahaan kami. Sebuah selebaran yang dikeluarkan Johnson & Johnson juga menegaskan fakta ini: Nama dan trademark perusahaan kami adalah asset kami yang paling berharga. Perusahaan-perusahaan dituntut untuk bekerja keras untuk membangun dan memajukan merek mereka. Menurut David Ogilvy: Orang bodoh sekalipun dapat menjual barang, tapi dibutuhkan seorang jenius. Keyakinan, dan kerja keras untuk menciptakan sebuah merek yang terkenal.

Ciri-ciri dari suatu merek hebat adalah seberapa banyak orang yang setia pada dan tetap memilih merek tersebut. Harley Davidson adalah merek yang hebat karena para pemilik sepeda motor merek ini jarang ada yang berpindah ke merek lain. Begitu juga para pengguna Apel Macintosh yang enggan berpindah ke Microsoft.

Merek terkenal menghasilkan lebih banyak uang bagi perusahaannya. Tujuan dari pemberian merek, secara sinis dapat dikatakan sebagai cara mendapatkan uang lebih banyak untuk suatu barang dari nilai yang sebenarnya. Tapi ini adalah pandangan yang sempit dari keuntungan yang diberikan oleh sebuah merek yang memang dapat dipercaya. Melalui merek, para pengguna dapat langsung mengetahui kualitas produk, fitur yang diharapkan, dan jasa yang dapat diperoleh. Untuk inilah sebenarnya harga yang lebih mahal itu.

Merek dapat menghemat waktu para pemakainya, dan ini juga berarti berharga lebih. Komisaris Unilever Niall Fitzgerald, berpendapat bahwa: Merek adalah gudang penyimpan kepercayaan yang semakin penting peranannya seiring dengan meningkatnya jumlah pilihan yang dihadapi masyarakat. Pada dasarnya masyarakat hanyalah ingin membuat hidup mereka makin mudah dan sederhana.

Merek sebenarnya adalah cermin dari janji yang diucapkan oleh produsen terhadap konsumen atas kualitas produk yang akan mereka hasilkan. Perjanjian melalui merek ini harus dilakukan dengan jujur.

Bagaimana membangun merek? Salah kalau Anda berpikiran bahwa iklan dapat membangun merek. Iklan hanya menciptakan minat publik terhadap suatu merek ( brand interest ) atau meningkatkan kemampuan suatu merek untuk menjadi berarti di mata publik (brand talk). Tapi sesungguhnya merek jadi terkenal secara alamiah melalui pengaturan berbagai elemen oleh perusahaan, termasuk periklanan, hubungan dengan masyarakat, kerja sama sponsor, penyelenggaraan berbagai even, efek-efek sosial, pembentukan klub, spokes-person, dan lainnya. Tantangan yang sebenarnya bukanlah mengiklankan merek, tapi bagaimana media massa ramai membicarakan merek kita.

Sumber :
Buku Marketing Insight A to Z 80 Konsep yang harus dipahami oleh setiap Manajer
Pengarang : Philip Kotler dikenal sebagai Bapak Pemasaran Modern, adalah seorang yang memegang S.C. Johnson and Son Distnguished Professor of International Marketing di Kellog School of Management di NorthWestern University, salah satu pendidikan pemasaran terkemuka di dunia. Ia telah menulis sebanyak 25 buku dan menjadi konsultan pada berbagai organisasi nirlaba dan perusahaan-perusahaan besar seperti IBM, General Electric, Bank of America, AT&T, dan Michelin.
Most Read Articles

esis emir