BLUE GREY RED

      

Mahasiswa Baru UIN Syarifhidayatullah Jakarta

PDFPrintE-mail

Jangan baper, adalah nasihat pertama kali dari senior kepada saya. Berawal dari kata itulah saya bisa mendapatkan teman banyak selama OPAK/OSPEK. Banyak sekali pengalaman menarik selama OPAK tetapi karena pengalaman yang harus dicantumkan dalam lembaran kusut ini adalah ketika menjadi mahasiswa baru jadi saya menceritakan cerita setelah OPAK.

Selasa pagi, hari bersejarah bagi saya karena pada hari itu adalah hari pertama saya melangkah agar mendapatkan gelar S.Psi (Sarjana Psikologi). Dengan bermodalkan motivasi “Menjadikan kewajiban sebagai kebutuhan” kami, 3 pujangga maba UIN JKT anak kos Kopral Jono berangkat menggunakan motor butut. Dengan kecepatan 40 km/jam kami menembus jarak beribu-ribu millimeter menuju kampus kami yang tercinta yaitu, kampus psikologi UIN Syarifhidayatullah Jakarta.

Sesampainya di rumah ilmu psikologinya UIN JKT, kami bertiga dengan gagahnya turun dari motor butut menuju DPR (dibawah pohon rindang). Tiba di DPR kami menyalami senior dan maba yang ada disana walaupun ada yang tidak kenal haha. Sebelum kami masuk ke kelas masing-masing. Nongkrong dululah sekalian menyeruput aroma kopi bersama teman-teman. Walaupun kata orang-orang nongkrong itu tidak bermanfaat tetapi kami berbeda hehe.

09.20,  waktunya kami bertiga kuliah, tidak lupa kami menyalami dan minta doa kepada teman-teman se-tongkrongan agar dilancarkan perkuliahan ini haha. Mulai dari lantai 2 saya jalan sendiri, karena hanya saya yang kelasnya berbeda. Di ruang 408 saya melangkah masuk. Terasa asing bagi saya dengan muka-muka teman sekelas saya walaupun ada beberapa yang kenal. Yah walaupun terasa asing tapi bermodalkan nekat, optimis, jantung berdebar, dkk. Akhirnya kenal semua.

Perkuliahan pertama saya ini adalah Bahasa Inggris. Yah karena hanya minggu pertama jadi hanya perjanjian awal dan silabus pada awal pertemuan. Setelah dosennya keluar, nah ini dia pembagian perangkat kelas. Karena tidak ada yang angkat bicara. Dengan perasaan campur aduk saya memberanikan diri maju memimpin rapat kelas. Walaupun hanya berkata sedikit dan banyak menulis di papan hehe. Dari pembagian kelas saya di beri tanggung jawab sebagai sekretaris kelas serta penanggug jawab mata kuliah filsafat ilmu. Wow, cukup mengejutkan bagi saya sebagai pendatang.

Setelah rapat selasai, pulanglah pasukan kelas E. dengan suara lantang saya mengajak teman-teman baru saya ke DPR. Sialnya ketika saya selesai mengajak, kaki saya terpeleset. Jatuh deh di depan kelas, dengan perasaan begitu saya masih memberanikan diri mengajak lagi seolah-olah tidak terjadi apa-apa hehe.


Oleh: Ahmad Robeth Felasufia Naoval

Most Read Articles

emir