Christian Sugiono Rasakan Sulitnya Mengasah Bakat Anak-Anak

Print

https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 02 196 2112123 christian-sugiono-rasakan-sulitnya-mengasah-bakat-anak-anak-EUNXpkpVeN.jpg

BUKAN hal mudah bisa terkenal menjadi aktor ganteng sekelas Christian Sugiono yang kian melesat. Di masa kecil, kedua orangtuanya selalu mengarahkan bakatnya, sampai bikin dia bingung.

Merasa menjadi sosok lelaki yang introvert, Christian Sugiono harus menyalurkan bakat yang terpendam sejak kecil. Terkadang dia juga merasa kesulitan saat menghadapi sesuatu hal yang berbeda.

"Saya baru sadar dengan tipe seperti itu 10 tahun lalu. Ternyata dari dulu saya model orang enggak bisa diam dan harus selalu melakukan sesuatu. Kalau enggak gitu saya bisa pusing," ucap Christian Sugiono ditemui di Acara Erlangga Talent Week 2019 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2019).

Tak cuma pusing, Christian Sugiono mengaku, saat tak ada sesuatu yang dikerjakan bisa berujung badmood. Tubuhnya juga akan terasa tidak bugar sampai susah tidur. Dia merasa hanya sedikit energi yang dikeluarkan, sehingga hampir tak merasa lelah. Rupanya kebiasaan ini sudah dialaminya sejak kecil.

Di sisi lain, aktor yang akrab disapa Tian itu tipe orang yang bekerja secara kinetik. Dia harus menyelesaikan segala sesuatunya menggunakan tangan.

Sampai ingat di masa kecilnya, suami Titi Kamal itu selalu sering membantu pekerjaan rumah, atas utusan sang ibu. Kegiatan tersebut dia lakukan terus-menerus agar terhindar dari badmood.

"Mama saya selalu bilang, kamu anaknya sekali gampang bosan dan ngambek kalau diam. Makanya Mama selalu kasih saya apapun yang bisa dikerjakan. Waktu kecil bisabjahit celana sampai bikin adonan kue," kenangnya.

Bukan itu saja, Christian Sugiono juga sempat diarahkan untuk mengasah bakatnya. Sang ayah, sempat menyuruhnya untuk ikut les piano agar aktivitasnya semakin banyak.

Orangtua Christian Sugiono juga tak sembarangan mengenalkan alat musik kepadanya. Sebab, dia lahir di keluarga pemusik dan dicari bakatnya pasti ada. Karena bersikap random, orangtuanya malah pusing dengan kebiasaan aktor ganteng 38 tahun ini.

"Belajar piano 6 tahun. Enggak ngerti apa-apa, apalagi lagu klasik. Lama-lama belajar dan basic ada. Tapi saya sempat stop, tapi main band, pegang gitar waktu SMA," tuturnya.

Setelah Christian Sugiono punya anak, ternyata dia merasakan pusingnya mengarahkan bakat anak. Punya dua anak, Christian Sugiono mengaku karakternya berbeda-beda.

"Saya punya anak umurnya 6 tahun dan 1,5 tahun. Anak pertama mirip saya, enggak bisa diam, senang eksplor sesuatu. Akhirnya pas usia empat tahun, coba saya arahkan bakatnya. Diajarin main piano, sampai baca buku musik dan ensiklopedia," tutur Christian Sugiono.

Sebagai orangtua, menurut Christian Sugiono, jangan cuek jika ingin mengembangkan bakat anaknya. Anak butuh teman sekaligus arahan, serta bisa membangun chemistry dengan baik.

"Ketika sama anak sebisa mungki involve banyak hal tentang dunia anak. Biar anak merasa ada temannya. Bukan hanya di permukaan saja partisipasinya," tuturnya.

Saat orangtua tahu apa bakat anak-anaknya tentu akan mudah diarahkan. Si anak juga menjadi percaya diri, terlebih bisa dikomuniaksikan, baik pemirkian dan ada chemistry dengan anak.

"Bangun chemistry dengan anak itu sulit menurut saya. Makanya luangkan waktu untuk anak, tidak hanya duduk di sampingnya, tapi ajak main bareng. Karena kita harus bisa selami pemikiran mereka," terangnya.

Diakui Psikolog Vera Itabiliana, ketika orangtua ingin menemukan bakat anak, membutuhkan satu proses. Anda jangan segan untuk melakukan observasi bakatnya dari hari ke hari.

"Orangtua pastinya memberikan pilihan dan paparan seluas-luasnya kepada anak. Kemudian anak diberikan kesempatan agar bisa milih, jangan dipaksa," tutur Vera.

Dia juga membeberkan, ketika anak senang dengan sesuatu hal dengan fokus, kemungkinan besar menjadi satu tanda bahwa bakatnya ditonjolkan. Ada tiga indikator yang bisa Anda kenali. Apa saja ya?

Pertama, anak tidak pernah lelah dan bosan dengan sesuatu yang jadi bakatnya. Kedua, jika si anak melakukan aktivitas hasilnya lebih bagus di antara seusianya, maka si anak bisa jadi bakatnya menonjol.

"Ketiga, kalau anak suka dengan aktivitasnya, pasti senang dan mudah menangkap," pungkas Vera.


Sumber: Okezone.com

Most Read Articles