Setiap Kita Adalah ‘Ibrahim’ dan Setiap Ibrahim Punya ‘Ismail’

PDFPrintE-mail

‘Ismail’-mu bisa jadi hartamu, bisa jadi jabatanmu, bisa jadi gelarmu, atau mungkin egomu.

Jadi, ‘Ismail’-mu adalah sesuatu yang kau sayangi dan kau pertahankan di dunia ini.

Seperti yang kita tahu bagaimana kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan oleh Allah mengurbankan anak yang begitu dicintainya, Ismail AS. Namun pada hakikatnya, Ibrahim bukan diperintahkan untuk membunuh Ismail melainkan ia hanya diminta untuk membunuh rasa ‘kepemilikan’ terhadap Ismail. Karena Allah lah Sang Maha Pemilik yang sebenarnya.

Begitu banyak pelajaran yang dapat kita peroleh dari kisah ini. Manusia sering kali lupa, mereka piker semua hal yang didapatnya di dunia ini adalah hasil dari usahanya sendiri seutuhnya. Hingga banyak yang memiliki rasa kepemilikan yang berlebihan bahkan menggenggamnya begitu erat seakan dia hidup selamanya bersama yang dimilikinya tersebut. Seperti harta benda.

Jangan sekali-kali merendahkan dan menghina orang lain dengan harta, jabatan, atau gelar. Karena di hadapan Allah SWT hanya ketakwaan kita yang diterima-Nya.

Allah berfirman dalam surah Al-Hajj ayat 37:

Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikian ia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Mungkin amat sulit melepaskan atau memberikan sesuatu yang kita miliki misalnya harta. Namun yakinlah, jika kita memberi satu saja kebaikan, maka Allah akan membalasnya berkali lipat lebih dari yang kita bayangkan. Mulai lah dari diri sendiri dan mulai hari ini. J

Most Read Articles

esis emir