Malang (28 Mei 2007) Workshop Calistung & The Brain Power

PDFPrintE-mail

Malang. Sungguh materi workshop yang sangat penting..".ujar seorang peserta workshop The Brain Power Aktivitas Pintar untuk Pra Sekolah. Bertempat di Taman Kanak-Kanak Pembina Malang beralamat di Jl. Cibogo no 1 Kecamatan Klojen kota Malang pada tanggal 28 Mei 2007, telah diselenggarakan acara pelatihan Calistung dan Workshop The Brain Power.

Acara dibuka pukul 8.20 oleh Bapak Hariawan sebagai moderator, kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Bapak Eko Susiyanto sebagai perwakilan dari Penerbit Erlangga. Acara pun dimulai, ibu Heliyantini membuka acara seminar dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan untuk guru-guru sebagai pencair suasana. Kemudian seminar pun beliau mulai dengan materi Calistung, yakni mengenai bagaimana mengajarkan anak-anak membaca, menulis, dan berhitung sejak dini.

Walaupun guru yang diundang berjumlah 80 orang, ternyata, antusias yang diperlihatkan oleh para guru TK sangat tinggi hal ini dibuktikan dari jumlah peserta yang melebihi kapasitas yakni mencapai 110 orang.
Kurang lebih selama 3 jam, pemberian materi mengenai Calistung telah tuntas diserap oleh peserta seminar. Acara selanjutnya adalah workshop mengenai brain power yang mengambil tema dari buku Brain Power Aktivitas Pintar untuk Pra Sekolah. Di sesi ini, Bu Yanti berperan seolah-olah dia adalah guru TK dan peserta seminar adalah murid-murid TK, sehingga mereka juga diajak untuk berinteraksi dalam setiap aktivitas.

Contoh beberapa aktivitas yang dilakukan pada saat workshop adalah :
      
  • Membuat kartu ucapan berbentuk tangan. Alat yang diperlukan berupa kertas karton (kali ini diganti dengan kertas hvs), spidol, gunting dan manik-manik.
      
  •   
  • Menebak benda apa yang ada di dalam kantong, ada beberapa benda yang ditaruh di dalam kantong dan seorang guru harus memasukkan tangannya kemudian menceritakan benda yang dipegangnya, dan guru-guru lain harus menebaknya
      
  •   
  • Tebak-tebak buah. Seorang guru menaruh tangannya di belakang badannya kemudian bu Yanti menaruh 1 jenis buah di tangannya, tanpa melihat buah tersebut, guru itu mendeskripsikan bentuk, rasa buah tersebut dan orang lain menebaknya.
      
  •   
  • Mempelajari pola. Guru mempersiapkan kertas origami dengan warna yang berbeda, yang telah dipotong dengan panjang yang sama, kemudian pada satu sisi ditempelkan lem lalu sisi yang lain ditempelkan ke sisi yang ada lemnya, kemudian disambung dengan kertas origami warna lainnya dan begitu seterusnya dan hal itu akan membentuk pola yang dapat dipelajari oleh anak-anak.
  •   
  • Menyanyikan lagu sambil mengoperkan barang dari teman yang satu ke yang lainnya. Apabila bola ada di tangan seorang guru tepat saat lagunya berhenti, guru tersebut harus menyebutkan namanya, berasal dari sekolah mana, dan makanan favoritnya.
      
  •   
  • Berpura-pura menjadi tanaman, dua orang guru beranjak ke depan kemudian sambil memperagakan pohon apel sambil menyanyikan lagu yang ada di layar.
      
  •   
  • Mencium aroma adalah permainan yang dapat mengajarkan anak berbagai aroma dan menggunakan indera penciuman, 6 buah tempat diberikan 3 macam aroma yang berbeda, kemudian diletakkan berjauhan. Di ujung A diletakkan 3 tempat dengan aroma yang berbeda, begitu pula di ujung B. kemudian guru yang membantu, disuruh untuk mencium tiga aroma di ujung A dan mencocokkannya dengan yang diujung B.
      
  •   
  • Tenggelam atau Tidak? Bu Yanti menyiapkan 2 buah piring plastik(1 betuliskan YA dan satu lagi TIDAK), 1 gelas berisi air dan beberapa benda (styrofoam, batu, daun dan kulit kerang) benda tersebut dicemplungkan satu persatu ke dalam air, yang tenggelam dimasukkan ke dalam piring YA dan yang tidak tenggelam di taruh di piring bertuliskan TIDAK. ( Ririn C )
      
      
      
      
Most Read Articles

esis emir