Launching Novel Asmara Di Atas Haram

PDFPrintE-mail

Jakarta - Pada hari Kamis, 31 Mei 2012, bertempat di Aula Student Center, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN Jakarta), Ciputat, Penerbit Erlangga menyelenggarakan acara launching dan bedah novel Asmara di Atas Haram, karya Zulkifli L. Muchdi. Acara tersebut terlaksana atas kerjasama Penerbit Erlangga dengan bekerja sama dengan BEM Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Acara launching novel Asmara di Atas Haram cukup menyedot animo para mahasiswa/i kendati perkuliahan di kampus UIN Jakarta telah memasuki masa akhir semester dan segera memasuki minggu tekun. Namun, tidak kurang dari 250 orang mahasiswa/i menghadiri aula Student Center. Selain para mahasiswa/i , beberapa jurnalis juga tampak meliput acara yang diselenggarakan pada siang hari itu.

Animo para mahasiswa/i yang cukup tinggi untuk menghadiri acara pada hari yang diwarnai hujan gerimis itu tampaknya tidak terlepas dari rasa penasaran terhadap judul novel. Beberapa peserta bedah novel sempat mengira bahwa kata “haram” pada judul Asmaara di Atas Haram merujuk pada kategori dalam hukum fikih yang berarti “sesuatu yang terlarang”. Selama berlangsungnya bedah novel, barulah mereka mengetahui bahwa kata “haram” dalam judul novel lebih merujuk pada wilayah geografis, dalam hal ini, dua tanah haram, yakni kota Mekkah dan Madinah.

Sebelum bedah novel dilakukan, Bapak Dharma Hutauruk, selaku perwakilan dari Penerbit Erlangga, meluncurkan secara simbolis novel islami tersebut. Dalam sambutannya, Bapak Dharma mengungkapkan rasa kagumnya terhadap penulis novel yang meskipun sudah berusia cukup sepuh namun ternyata masih sangat produktif dalam menulis. Kemudian beliau pun menantang para mahasiswa maupun mahasiswi yang masih muda-muda untuk berkarya dan menulis.

Usai peluncuran novel, bedah novel pun dilakukan, yang dipandu oleh Elmiko, seorang presenter Sindo TV. Dalam acara bedah novel dihadirkan empat pembedah, yaitu: Bapak Zulkifli L. Muchdi (penulis novel), Ibu Rosida Erowati (dosen sastra UIN Jakarta), Ibu Hanum Rais (penulis bestseller yang juga merupakan putri tokoh nasional, Amien Rais), dan Bapak Adhika Prasetya Kusharsanto (editor di Penerbit Erlangga).

Bapak Zulkifli L. Muchdi mengaku sangat terkesan atas kesempatan yang telah diberikan oleh Penerbit Erlangga yang telah menerbitkan Asmara di Atas Haram, yang notebene merupakan novel pertamanya. Sementara Ibu Rosida Erowati mengungkapkan bahwa cerita dalam novel Asmara di Atas Haram ternyata lebih romantis dari novel Di Bawah Lindungan Ka’bah (karya HAMKA). Beliau juga menangkap kesan bahwa penulis novel tampaknya ingin segala cerita berakhir bahagia, yang dinilainya sesuai sengan filosofi salah satu tokoh protagonisnya, Ferry Basthami, yang mengatakan: “Hidup terus berputar seperti matahari mengitari bumi.”

Ibu Rosida juga menilai bahwa novel Asmara di AtasHaram bukanlah novel patetis yang biasanya membuat pembaca tenggelam dalam deraian air mata dan isak. Selain itu, dia mengungkapkan bahwa novel Asmara di Atas Haram telah membuktikan bahwa latar suasana haji dapat digunakan sebagai bahan untuk menciptakan fiksi yang inspiratif. Tema perjalanan haji memang mengambil porsi cukup kental dalam novel tersebut.

Kesan lain dilontarkan oleh Ibu Hanum Rais. Beliau mengatakan bahwa novel Asmara di Atas Haram menjadi istimewa lantaran dipenuhi pesan dakwah tanpa harus terkesan menggurui. Beliau juga mengapresiasi tema novel yang mengungkap perihal kejujuran sang tokoh utama, Yasser, yang menampik uang Rp. 5 miliar yang nyasar ke rekeningnya. Menurutnya, sikap Yasser jelas sudah sangat langka diketemukan dalam keseharian sekarang ini. Kejujuran di masa sekarang ini tampaknya memang telah menjadai barang mewah.

Ibu Hanum juga mengungkapkan bahwa salah satu kelebihan novel Asmara di Atas Haram bukan hanya mengikuti selera umum, di mana akhir cerita harus romantis, namun lebih dari itu mengandung pesan moral yang dalam pergaulan sekarang ini kerap diabaikan, yakni untuk menemukan jodoh terbaik, maka seseorang harus pergi ke tempat yang baik pula. Dalam novel, diceritakan bahwa Yasser memang sempat didera dilema karena kehadiran tiga dara yang saling berlomba untuk mendapatkan cintanya, dan pada akhirnya dia menemukan jodoh saat berkesempatan beribadah haji di Tanah Suci Mekkah.

Sementara itu Bapak Adhika Prasetya Kusharsanto mengharapkan novel Asmara di Atas Haram dapat memenuhi dahaga kaum Muslim yang merindukan sastra islami yang sarat dengan pesan moral dan sisipan mengenai ajaran ritual dalam Islam dengan tanpa harus mengorbankan penceritaan kisah cinta yang sangat memesona dan romantik.  Beliau juga menyarankan agar kaum Muslim sebaiknya menyambut novel tersebut dengan baik.

Suasana bedah novel makin semarak begitu memasuki sesi tanya-jawab. Para pembedah sesekali merasa kebingungan untuk menentukan siapa yang berhak dalam mengajukan pertanyaan. Begitu banyak para peserta bedah novel yang langsung mengacungkan tangan segera setelah kesempatan bertanya diberikan. Beberapa hal yang disoroti oleh peserta bedah novel kebanyakan berkisar pada proses kreatif yang dilakukan oleh penulis dan kisah percintaan Yasser dalam novel.

Selama bedah novel berlangsung, pengelola akun twitter Asmara di Atas Haram (@novel_adh) tidak ketinggalan mengabarkan dinamika dan suasana bedah novel di aula SC UIN Jakarta. Banyak pula para tuips yang ikut berkicau dan tidak lupa melakukan mention akun @novel_adh dengan membubuhkan hashtag #Asmaradiatasharam. Berikut ini adalah beberapa kicauan para tuips selama bedah novel berlangsung:

@ngka_

 

 

@sasyazubair

 

 

@sucibellaa

 

 

@NenkAyya

 

 

@AzzuraDinda

 

@MERINATRO

 

@angguncdini

 

 

@hijrahahmad

 

@ohohEndah

novel islami yg bagus dibaca nih, kalo dikasih nilai 1-10, dapet nilai 9 deh J cc @novel_adh #AsmaraDiatasHaram

 

Sering” ya Penerbit Erlangga bikin acara kaya Launching dan Beda @novel_adh #AsmaaraDiAtasHaram di UIN Jakarta Nambah wawasan banget

 


Mendapat sesuatu dengan keringat dan kerja keras pasti lebih dapat dihargai @novel_adh #AsmaradiAtasHaram

 


Tidak hanya tentang keimanan, tetapi juga menampilkan wacana nasional, itulah hal lain yang ditampilkan dalam @novel_adh #asmaradiatasharam

 


Bisakah semua perempuan muslim seberuntung istiqomah di @novel_adh ?

 

@novel_adh oh, kirain Haram apaan gak tahu nya masjidil haram,, eheh

 

Au trnyata kisah romantis dr @novel_adh adalah kisah nyta dr @zulkifliadh sbg pnulis yg katanya waktu sekolah disenangi olh bnyk tmn wanitanya

 

@novel_adh selamat buat penerbit erlangga yang sukses launchin novel #asmaradiatasharam di UIN Jakarta


Novel islami yang bagus kalo ibarat ip gue kasih 3,74 deh kaya ip gue kemaren :D cc: @novel_adh #AsmaraDiatasHaram

(ibad/and)

Most Read Articles

Acara Akan Datang


esis emir