Peluncuran Buku Reinvensi Pembangunan Ekonomi Daerah

PDFPrintE-mail

“Buku Panduan yang kaya metode, bagi pembangunan daerah”
“Ruang ini adalah ruang bersejarah bersama Pak Ermaya (Suradinata),” ungkap Irman Gusman, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia periode 2009-2014, menunjuk ruang GBHN Gedung Nusantara V komplek MPR/DPR, Senayan, Jakarta. Ruang yang sehari-hari digunakan untuk menggelar rapat para anggota dewan itu memang menyimpan kenangan tersendiri. Pada tahun 1999, ruangan tersebut menjadi saksi bisu disepakatinya sebuah peraturan terbaru yang mengubah pola pemerintahan yang sentralistik menjadi pola baru yang desentralistik. Peraturan tersebut adalah UU nomor 22 tahun 1999, sebuah peraturan tentang pemerintahan daerah. Di dalam peraturan tersebut pula terdapat sebuah konsep lama yang digaungkan kembali; otonomi daerah.

Kali ini, pada Rabu, 27 April 2011, Ermaya Suradinata, yang pernah menjabat sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lembahas), dan Irman Gusman kembali bertemu di ruang bersejarah tersebut sebagai pembicara dalam acara Launching & Talk Show buku Reinvensi Pembangunan Ekonomi Daerah; Bagaimana Membangun Kesejahteraan Daerah, sebuah bunga rampai tulisan para pakar yang dikomandoi oleh pakar manajemen A.B. Susanto bersama RED Syndicate. Pembicara lain yang menyemarakkan acara tersebut adalah A.B. Susanto dan Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Siti Nurbaya Bakar. Diskusi dipandu oleh Aditya L. Djono, yang juga redaktur pelaksana harian Sua ra Pembaruan. Para peserta dalam acara tersebut adalah staf Dewan Perwakilan Daerah (DPD), akademisi, staf kementerian dalam negeri, dan rekan-rekan media.

A.B. Susanto, Ermaya Suradinata, dan Siti Nurbaya Bakar turut menyumbangkan hasil pemikirannya dalam buku yang diterbitkan oleh Esensi (Erlangga Group) ini. Mereka masing-masing membedah persoalan otonomi dan perekonomian daerah dari sisi-sisi yang spesifik dan menjadi domain keahlian mereka.  A.B. Susanto menulis tentang reinventing the government, enterprising the government, dan strategic multidimensional analysis for regional economic development. Ermaya Suradinata menyumbang ide soal geopolitik dalam pembangunan ekonomi nasional, dan Siti Nurbaya mengkaji geosains untuk pengambilan keputusan.

Irman Gusman yang menyambut antusias penerbitan buku oleh Penerbit Esensi (Erlangga Group) ini berkeyakinan bahwa buku Reinvensi Pembangunan Ekonomi Daerah merupakan referensi lengkap tentang otonomi daerah. “Setiap anggota DPD wajib memiliki dan membaca buku ini,” ujar Irman.

Siti Nurbaya Bakar pada sesi pemaparan menjelaskan betapa sulitnya memahami kinerja pemerintah daerah dalam membentuk sebuah rencana. “Saya selalu mengatakan, (pedoman yang dibuat oleh pemerintah daerah) ini tidak bisa saya mengerti,” jelas Siti Nurbaya. Perempuan yang telah merasakan asam garam dunia birokrasi selama puluhan tahun itu pun menjelaskan persoalan utama kinerja pemerintah daerah yang mandek, “Persoalannya ada di metodologi.” Menurut mantan sekretaris Departemen Dalam Negeri (sekarang Kementerian Dalam Negeri) tersebut, dibutuhkan sebuah panduan bagi pemerintah daerah untuk merancang sebuah strategi pembangunan. “Buku ini memiliki metode tersebut,” ujar Siti sambil menunjuk buku Reinvensi Pembangunan Ekonomi Daerah.

Buku ini merangkum berbagai informasi mengenai reinvensi pembangunan ekonomi berdasarkan beberapa pendekatan dalam mengambil suatu kebijakan dengan semangat entrepreneurship; Enterprising the Government. Enterprise adalah lembaga yang keberhasilannya ditentukan oleh kemampuannya dalam merespons lingkungan. Enterprising the Government adalah mengelola sumber daya seperti layaknya sebuah enterprise agar dapat mengembangkan nilai sumber daya secara optimal untuk kesejahteraan rakyatnya.

Buku ini juga dapat menjadi acuan bagi para pemimpin daerah dalam memanfaatkan data statistik dan informasi geospasial untuk membuat perencanaan dan kebijakan, bukan berdasarkan intuisi belaka. Data statistik tersebut diolah menjadi informasi yang bermanfaat dan dikemas dalam visualisasi dan pemetaan yang memudahkan para pemimpin daerah atau pemangku kebijakan menganalisis dan mengambil kebijakan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi daerah. Buku ini juga mendukung pemanfaatan data spasial, yang telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 85 Tahun 2007 tentang Jaringan Data Spasial Nasional.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pula soft launching buku seri Management for Everyone karangan A.B. Susanto yang diterbitkan oleh penerbit Esensi (Erlangga Group). Buku seri Management for Everyone terdiri dari beberapa judul, yaitu Karier, Bizmark, Organisasi, Human Capital, dan Strategi. www.esensi.co.id

Most Read Articles

esis emir