Launching Buku Menapak Jejak Amien Rais

PDFPrintE-mail

"Kasus Century tak akan diselesaikan dengan cara semestinya..." Demikian seloroh Amien Rais dalam acara ulang tahun beliau yang diselenggarakan sekaligus bersamaan dengan peluncuran buku "Menapak Jejak Amien Rais" terbitan Esensi, Erlangga Group.
Ungkapan ini kemudian ditambahkan beliau dengan menggambarkan kisah Nabi Isa waktu menyelamatkan seorang wanita pezinah yang hendak dirajam penduduk. "Yang merasa tak pernah melakukan hal yang sama, silakan melempar batu pertama..." Dan ternyata tak satu pun yang melempar batu.

Dengan gaya berkelakar Amien Rais menambahkan bahwa moga-moga dugaannya salah. Tapi kalau benar, artinya semua pihak terkait baik kepolisian, kejaksaan, dstnya sama terlibatnya atau sama dengan perumpamaan di atas.

Inilah pendapat putrinya terhadap sosok Amien Rais: "Cita-cita ayah saya yang tidak kesampaian...pengin jadi pianis dan...petinju"
--------------------------------------
Hanum Salsabiella Rais, putri sulung Amien Rais -tokoh Partai Amanat Nasional, hari ini Kamis 29 April 2010 pukul 16.00 WIB meluncurkan bukunya sebagai persembahan ulang tahun untuk sang ayah tercinta yang berjudul "Menapak Jejak Amien Rais". Pada ulang tahun sang ayah yang dirayakan di Gedung PP Muhammadiyah tersebut, tampak hadir tokoh-tokoh PAN seperti Patrialis Akbar (Menkumham), Wanda Hamidah, Primus Yustisio, dan Drajat Wibowo (Ketua Umum) sekaligus keluarga besar Amien Rais.




Acara yang dipromotori oleh Esensi, Penerbit Erlangga ini dimoderatori oleh Effendi Ghazali dan dihadiri oleh media cetak dan elektronik ini juga dibanjiri oleh banyak relasi Amien Rais dan anggota PAN.

Tidak seperti buku-buku sebelumnya tentang Amien Rais yang lebih banyak mengungkap masalah politis, buku kali ini merupakan persembahan atau ungkapan kenangan seorang putri kepada sang ayah yang lebih mengupas aspek emosional dan keseharian.

Hanum Salsabiella yang juga berprofesi sebagai pembawa acara di salah satu saluran TV swasta ini mengungkapkan alasannya menulis buku ini dikarenakan ayahnya tak menyukai barang dan hadiah. "Tak ada yang lebih disukai Bapak selain buku. Karena itu, sekalian saja saya berikan buku hasil tulisan saya sebagai hadiah untuk Bapak."

Yang disambut dengan seloroh Amien Rais bahwa Hanum adalah salah satu anaknya yang ia kenal berpembawaan nekad. Terbukti waktu masih kecil nyaris tenggelam karena nekad melompat ke kolam sedalam 2 meter padahal belum bisa berenang.

Salah satu kenangan yang diungkapkan pula dalam buku adalah bagaimana Amien Rais menyambut kepulangan anaknya dengan mengenakan baju formal dan dasi. Hal ini dikarenakan, sang istri sempat mengungkapkan protes bahwa Amien Rais menyambut tamu negara dengan baju resmi. Masak anak sendiri yang merupakan titipan Allah yang tak terukur nilainya tak disambut dengan lebih baik.

Saat ditanya oleh Effendy Ghazali yang memoderatori acara, Hanum menyatakan bahwa isi yang ia ungkapkan dalam buku ini 70 persen membuatnya menangis dan 30 persen tertawa. Sedangkan saat ditanyakan mengenai apa yang paling disebelin dari sang ayah, Amien Rais mengaku bahwa karena Hanum dan adiknya sangat mirip maka beliau sering lupa memanggil keliru memanggil nama sehingga pernah didiamkan beberapa hari oleh sang putri (adik Hanum).

Sementara Hanum mengungkapkan bahwa sang ayah punya cita-cita tak kesampaian sebagai petinju dan gagal menjadi pianis. Karena itu, sang ayah sering mengganggu Hanum saat merekam permainan pianonya dengan bermain piano asal-asalan.

Most Read Articles

esis emir