Launching buku Antara Mekkah & Madinah

PDFPrintE-mail



Penerbit Erlangga baru saja menerbitkan buku referensi untuk umat islam, khususnya untuk para calon jamaah haji, yakni buku “Antara Mekkah & Madinah”. Bagi umat Islam, Mekkah dan Madinah menjadi istimewa karena merupakan tempat kelahiran Muhammad SAW, utusan Allah SWT sekaligus tempat tempat perjuangan dakwahnya membawa misi kebenaran (agama tauhid) sebagai penerus Nabi Ibrahim as. Jejak-jejak perjalanan Ibrahim menjadi napak tilas umat Islam dalam ritual haji.

Jika Mekkah disebut sebagai kota suci karena terdapat Masjidil Haram, yang terdapat Kakbah di dalamnya, maka Madinah juga disebut sebagai kota suci karena memiliki Masjid Nabawi. Masjid ini merupakan pusat kekuasaaan dan penyebaran Islam ke seluruh penjuru dunia. Kota ini menyimpan peristiwa-peristiwa sejarah yang patut diketahui umat Islam.



Lalu, apa istimewanya buku ”Antara Mekkah & Madinah”?

Buku “Antara Mekkah dan Madinah”
yang diterbitkan Penerbit Erlangga menjawab pertanyaan itu secara jelas melalui paparan sejarah tentang dua kota suci itu yang dilengkapi dengan foto-foto unik dan menarik, baik foto-foto klasik maupun modern. Buku ini, tidak hanya berbicara tentang Mekkah dan Madinah atau ritual-ritual umrah/haji dengan kata-kata, tetapi dengan data, gambar dan foto-foto sehingga dapat menjadi pengetahuan yang sangat berharga bagi umat Islam, baik yang sudah haji atau yang hendak ke tanah suci.

Tanggal 11 Februari 2010 lalu, Penerbit Erlangga mengadakan Launching & Talkshow buku “Antara Mekkah dan Madinah” yang bertempat di Al-Jazeera Resto & Cafe, Raden Saleh, Jakarta Pusat. Talkshow tersebut mengangkat tema ”Mekkah & Madinah : Kota Impian dan Kenangan. Mengungkap Sejarah Dua Kota Suci dan Perjalanan Haji dari Masa ke Masa”.  Acara yang berlangsung dari pukul 15.00 – 17.00 WIB ini dihadiri oleh ± 50 undangan khusus yang terdiri atas rekanan Penerbit Erlangga, perwakilan Departemen Agama RI, travel umroh dan haji, bank syariah, AMPHURI (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Indonesia), HIMPUH (Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji), Pengurus dan keluarga besar PBNU, KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) masjid besar di Jakarta, dan yayasan di Jakarta. Serta dihadiri pula oleh  ± 35 undangan media terdiri dari media Islami, media cetak, media elektronik, serta media online.



Hadir 4 pembicara yang dapat mewakili masing-masing keahlian. Ke-4 pembicaranya,yaitu Che Che Kirani (Artis sinetron) yang memberikan materi talkshow mengenai pengalaman ibadah haji, H. Dede Permana Nugraha, MA (Kontributor teks buku “Antara Mekkah & Madinah”, penulis buku “Berkelana ke Timur Tengah”) yang memberikan materi talkshow mengenai isi buku “Antara Mekkah & Madinah”, H. Fathurrahman Yahya, MA (Editor buku “Antara Mekkah & Madinah”, Alumni Universitas Ezzitounia, Tunisia) memberikan materi talkshow mengenai isi buku, dan H. Zuhaeri Misrawi (kontributor teks buku “Antara Mekkah & Madinah”) memberikan materi talkshow mengenai pelaksanaan ibadah umroh dan haji.

Talkshow 2 jam yang dimoderatori oleh Sandrina Malakiano tersebut sangat interaktif. Karena keempat pembicara dan moderator mempunyai pengalaman ibadah ke tanah suci dan mereka memberikan tanggapan positif terhadap buku ”Antara Mekkah & Madinah”. Seperti yang Che Che dan Sandrina katakan, ”Buku ini wajib dibaca oleh umat Islam, khususnya untuk buku pedoman para calon jamaah haji. Karena buku ini dilengkapi dengan tata cara ibadah haji dan dilengkapi pula dengan foto dan gambar yang sangat bagus, mulai dari gambar tata kota Mekkah dari tahun 1850-2020, foto makam Ibrahim, Gua Hira, Gua Tsur, Hajar Aswad, Masjidil Quba, Jabal Uhud, Masjid Nabawi, dan sebagainya”.

Buku ini hadir untuk memenuhi kebutuhan pembaca, terutama tamu-tamu Allah (dhuyufurrahman) yang hendak beribadah memenuhi panggilan-Nya di Kakbah (Baitullah). Sejarah dua kota suci ini dengan segala keunikannya diperkenalkan melalui visualisasi gambar dan fotografi arsitektural sebagai bukti sejarah keistimewaan dua kota suci tersebut. Selain itu, buku ini dilengkapi dengan prosesi ritual haji secara gradual dan bergambar, sehingga pembaca dapat memahaminya lebih jelas dan gamblang.
Most Read Articles

esis emir