Teman Terbaik adalah Buku

PDFPrintE-mail

Bagi anak-anak zaman sekarang, segala kemudahan dapat diakses kapan saja. Generasi 2000-an tumbuh di tengah teknologi yang mapan. Kita bisa melakukan apa saja yang kita suka, bisa menghubungi siapa saja tanpa peduli seberapa jauh jaraknya. Bahkan, kita bisa melihat wajah orang yang terpisah jauh hanya dari sebuah layar ponsel atau tablet. Teknologi memang mendekatkan orang-orang yang jauh, tetapi juga kadang malah menjauhkan orang-orang yang dekat.

Memang belum gaul rasanya jika belum merasakan nongkrong di kafe atau kedai unik di pusat kota, jalan-jalan ke mal atau pusat hiburan lainnya, juga travelling mengeksplor alam daerah yang memiliki keunikan masing-masing. Sayangnya, segala hal aktivitas seru anak muda seringkali tak dibarengi rasa tanggung jawab yang baik. Banyak anak sekolah yang lebih rela menghabiskan waktunya untuk jalan-jalan daripada untuk belajar.

Menikmati masa muda memang boleh-boleh saja, tetapi kita juga perlu sesekali merenung demi masa depan nanti. Toh, pada akhirnya tidak semua teman yang kita punya bisa kita andalkan jika kita sedang menghadapi masalah. Tak jarang pula teman-teman yang biasa ada saat kita bersenang-senang justru menghilang ketika kita berharap mereka datang. Oleh karena itu, selain teman-teman yang hadir secara fisik, anak muda perlu teman terbaik yang bisa menemaninya duduk bersantai di sela-sela aktivitasnya. Teman terbaik itu adalah buku. Tidak banyak anak muda yang masih mengakrabi buku di zaman serba canggih ini. Padahal, dengan bacaan yang baik pola pikir dan kedewasaan anak muda akan berkembang ke arah positif. Pemuda yang sering membaca buku akan memiliki wawasan yang luas dan berjiwa bijaksana. (SC)

Most Read Articles


esis emir