Tata Cara Shalat Muslimah

SHALAT merupakan rukun kedua dalam Islam. Shalat adalah bentuk bukti dan penyerahan diri kita sebagai hamba dan makhluk ciptaan Allah SWT. Shalat akan membersihkan hati, menenangkan jiwa, menyehatkan raga, dan menguatkan iman kita.


Bab 1 mengupas Hakikat Shalat bagi muslimah. Wanita adalah pilar sebuah bangsa dan menjadi madrasah bagi anak-anaknya. Seorang muslimah yang taat pada agamanya akan melahirkan generasi unggul yang kelak melanjutkan pembangunan bangsa dan umat.

Shalat merupakan salah satu cara untuk membangun generasi unggulan. Seorang muslimah memiliki dua tanggung jawab yang harus dipenuhinya, yaitu membangun hubungan vertical dengan Allah SWT (hablum minallah) dan hubungan horizontal dengan sesama manusia (hablum minannas).

Dibab ini juga membahas makna Sholat, dasar syariat Islam, kedudukan Shalat, syariat wajib Shalat bagi Muslimah, dan syarat sah Shalat bagi Muslimah.

Bersuci (Thaharah) dibahas di Bab 2. Bersuci sebelum melaksanakan Shalat merupakan hal yang sangat penting bagi setiap muslim dan muslimah. Seorang muslimah akan semakin sempurna imannya jika tubuh dan pakainnya selalu dalam keadaan suci.

Semua ibadah berhubungan erat dengan kesucian, baik kesucian fisik maupun hati. Tanpa bersuci, ibadah yang dilakukan akan sia-sia. Rasullullah SAW bersabda, “Tidak akan diterima Shalat seseorang yang berhadas sehingga dia berwudhu.” (HR. Muslim)

Wudhu adalah symbol kesucian dan permulaan dari kesempurnaan ibadah. Seorang muslimah harus membersihkan dirinya dari segala macam kotoran dengan cara berwudhu sebelum melaksanakan Shalat. Kemudian, makna dari ketentuan berwudhu, syarat-syarat wudhu, ini dibahas di bab 3.

Selanjutnya di Bab 4 mengenai segala hal tentang Mandi, Mandi besar merupakan salah satu ibadah yang kedudukannya sangat penting. Mandi besar menjadi syarat utama sebelum melaksanakan Shalat, khususnya bagi muslimah yang sudah dewasa atau berkeluarga.

Dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa, ‘Jika kalian sedang junub maka hendaklah kalian menyucikannya’(QS. Al-Maidah [5]:6).

Tayammum dijelaskan di bab 5. Ini merupakan salah satu bentuk kasih saying Allah SWT kepada hamba-Nya. Tayammum adalah salah satu cara untuk bersuci tanpa menggunakan air. Tidak menjadi penghalang untuk melaksanakan Shalat dalam kondisi apa pun.

Gambaran umum mengenai tata cara Shalat yang diajarkan Rasullullah SAW dibahas pada Bab 6. Kita diwajibkan mengikuti tata cara pelaksanaan Shalat, sebagaimana yang diajarkan Rasullullah SAW saat melaksanakan ibadah Shalat. Beberapa hadis Rasullullah SAW menyatakan bagaimana tata cara dan sifat Shalat. Hadis-hadis tersebut berdasarkan apa yang telah diucapkan dan dicontohkan oleh Rasullullah SAW.

Pada Bab 7 membahas tentang Zikir dan Doa setelah Shalat. Kemudian rahasia khusuk dalam Shalat di bahas di Bab 8. Setiap muslim dan muslimah harus mengerjakan Shalat dengan khusuk ketika hendak melaksanakan ibadah Shalat. ALLAH SWT berfirman dalam Alquran “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusuk” (QS. Al-Baqarah [2]: 45)

Hal-hal yang berkaitan dengan Shalat dibahas di bab 9. Sujud, Shalat jamaah untuk muslimah, Shalat bagi orang yang berpergian, Shalat bagi orang yang sakit dan Shalat Sunnah dijabarkan pada bab 10 hingga bab 14. Diakhiri dengan Hikmah dan Keutamaan Shalat di bab 15.

Judul              : Pedoman Shalat Untuk Muslimah

Penulis            : Tim Baitul Mukminin

Penerbit          : Emir Cakrawala Islam

Terbit             : 2018

Tebal              : XVI + 224 Halaman

Sumber           : Harian Fajar Makassar

Most Read Articles

esis emir