Tanggap Banjir

Sebagai kawasan tropis, Indonesia dianugerahi keseimbangan alam dari hujan yang cukup. Dengan pasokan air yang cukup, maka ekosistem air sesungguhnya tetap terjaga. Hanya saja, terkadang manusia tidak mau dan mampu menjaga keseimbangan alam tersebut.

Banyak kawasan resapan air yang seharusnya tetap menjadi kawasan resap air, malah berubah menjadi hutan beton. Belum lagi ekosistem hutan di kawasan pegunungan dan perbukitan yang gundul akibat penebangan liar.

Akibatnya, ketika hujan terjad banjir. Tak hanya dikawasan perkotaan, di pedesaanpun banjir kerap menghantui masyarakat. Padahal sebelumnya tidak ada banjir di kawasan tersebut. Jika hal ini sudah terjadi, tentu saja tidak perlu disesalkan berlebihan.

Tindakan yang diperlukan adalah melakukan tanggap darurat bencana banjir. Tanggap darurat banjir tentu saja tidak mudah. Ini bukan sekedar menolong orang yang kebanjiran.

Tanggap darurat banjir memiliki mekanisme, prosedur, dan tahapan-tahapan. Banyak orang masih mengabaikan bencana banjir dan oleh karna itu juga tak tanggap dengan bencana ini. Padahal bencana banjir memiliki konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang.

Buku ini memaparkan teknik efektif dalam evakuasi korban banjir, tahapan penanggulangan dan apa yang harus dilakukan pascabanjir. Tujuannya tentu untuk meminimalisir korban. Buku ini juga berisi materi penyelamatan langsung dan tidak langsung yang mudah dipahami siapapun yang berminat untuk bersiaga terhadap ancaman bencana banjir.***

Panduan Tanggap Darurat Bencana Banjir

Penulis:           Ahmad Fauzi

Penerbit:         Esensi, Jakarta

Cetakan:         Pertama, 2019

Tebal:              ±143 Halaman

Oleh:    Muhammad Amin

Most Read Articles

esis emir