Meningkatkan Rasa Cinta Tanah Air

PANCASILA memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila yang kita kenal sebagai dasar Negara bagi bangsa Indonesia mempunyai makna, bahwa Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di Indonesia.

Pada masa penjajahan Jepang, rakyat Indonesia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk meraih kemerdekaan dengan membentuk satu badan yang bertugas untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Maka dibentuklah Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Bapak Ir. Soekarno, sang proklamator Indonesia dalam salah satu pidatonya mengajak generasi muda untuk tidak melupakan sejarah bangsa ini. Sebagai generasi muda harus betul-betul memahami keberadaan Pancasila.

Untuk menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya ideology bangsa, akan banyak sekali menghadapi tantangan dan hambatan, baik yang berasal dari dalam maupun dalam negeri.

Negara Indonesia terbentang dari Sabang sampai Marauke, terdiri dari beribu-ribu pulau dan beribu-ribu kebudayaan, namun tetap satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Salah satu syarat berdirinya sebuah negera adalah adanya konstitusi. Hampir semua Negara merdeka di dunia ini punya konstitusi, karena konstitusi atau undang-undang mempunyai peran yang sangat penting dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Negara Indonesia merdeka pada tangga 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia pun sudah memiliki konstitusi yang disebut Undang-undang Dasar 1945, selanjutnya biasa disebut UUD 1945.

UUD 1945 bagi bangsa Indonesia sangat vital manfaatnya, karena dalam undang-undang tersebut mengatur pelaksanaan supremasi hukum yang berlaku di Indonesia (rule of law), pada kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

Kesuburan dan keindahan Indonesia sangat terkenal seantero dunia. Indonesia juga memiliki 700 lebih bahasa daerah dan ratusan budaya serta alam yang menawan yang tersebar dari Sabang sampai Marauke. Indonesai menjadi destinasi wisata terbesar di dunia. Bukan hanya itu saja, keramah-tamahan, kesopanan dan sekian ratus macam kuliner juga tersedia di Indonesia.

Keragaman budaya, agama, suku, adat istiadat, tidak menjadikan Negara Indonesia hidup terkotak-kotak dan hidup terisolir. Justru menjadi satu kemajemukan yang indah. Kebiasaan toleransi dan gotong royong yang telah diwariskan nenek moyang bangsa Indonesia terpatri ratusan tahun yang lalu. Bahkan pemerintah sekarang melalui berbagai gerakan moral dan ajakan kegiatan untuk selalu mendahulukan kebersamaan dan toleransi.

Sejarah kelahiran Indonesia melalui proses yang panjang dan menghiasi lembaran sejarah dunia. Kalau kita ingin mengetahui tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka kita harus meruntut sejarah sejak awal ditemukannya Indonesia oleh para ahli.

Ungkapan Bhineka Tunggal Ika mulai dikenal sejak kerajaan Majapahit berjaya. Bhineka Tunggal Ika berarti berbeda-beda tetapi tetap satu juga secara resmi lambangnya digunakan dalam Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat yang dipimpin oleh Mohammad Hatta, pada tanggal 11 Februari 1950.

Semangat Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terlihat dalam keberadaan pasal-pasal dalam UUD 1945 yaitu pasal 6A, 18, 18B, 29(2), 32, dan 36A.

Penjajahan Belanda semakin merajalela, rakyat Indonesia semakin miskin dan terpuruk. Penderitaan dirasakan rakyat Indonesia di mana pun ia berada. Hal tersebut menyulut semangat bela Negara dengan memberontak melawan penjajah. Banyak kerajaan yang berperang mengusir penjajah, di Makassar yang dipimpin Sultan Hasanuddin; di kerajaan Mataram dimpimpin oleh Sultan Agung; dan lain sebagainya.

Politik adu domba adalah sistem Belanda untuk saling memecah belah dua kerajaan. Perjuangan bangsa Indonesia ada beberapa tahap, tahap sebelum Indonesia merdeka. Semangat bela Negara tercermin dengan bermunculannya tokoh-tokoh dari berbagai organisasi dan perkumpulan.

Judul : Pendidikan Bela Negara

Penulis : SRI HARTATI, M.PD.

Penerbit : Erlangga

Terbit : 2018

Tebal : XII + 178 Halaman

Most Read Articles

esis emir