Perjalanan Chiki Meraih Mimpi


Buku ini menceritakan banyak hal mengenai seluk beluk Chiki, mulai dari cerita keluarganya hingga perjalanan kariernya di bidang musik dan orang-orang dibalik itu semua. Dalam buku ini juga, Chiki menceritakan sosok ayahnya, Ikang Fawzi saat mengurus Chiki dan kakaknya, Bella, dan saat ibunya, Marissa Haque sedang menuntut ilmu di luar negeri. Chiki menceritakan sosok ketangguhan Ibunya, yang mengutamakan pendidikan serta kakaknya, sebagai motivator dan teman diskusi.

Chiki berkarya dengan jalan yang dibuatnya sendiri. Meski mengangumi musikalitas ayahnya, Ikang Fawzi Chiki memiliki selera musik yang berbeda. Pada tahun 2016 lalu, ia berhasil meluncurkan album perdananya, Dimulai Dari Mimpi. Sempat melangkah kea rah yang tak menentu dalam bermusik. Chiki menemukan mentor Iga Massardi, musisi muda berbakat dan dikenal sebagai vokalis band Barasuara yang kini sedang melesat.

Chiki tak hanya piawai bernyanyi atau mencipta lagu, ia juga mampu melukis dengan indah. Jauh sebelum meniti karier bermusik, ia dikenal sebagai salah satu animator berbakat. Chiki sempat berguru di salah satu rumah produksi animasi terbaik Asia, bahkan dunia, yaitu Les’Copaque, yang memproduksi serial UPIN&IPIN dan serial Pada Zaman Dahulu.

Bagi Chiki, hidup bukan sekedar mengejar karier, ia aktif terlibat dalam sejumlah kegiatan social dan lebih banyak memerikan kontribusi kepada pelbagai gerakan social. Sebagian keuntungan penjualan CD perdananya, disumbangkan untuk sebuah rumah singgah anak penderita kanker dari keluarga yang tidak mampu. Ia juga terlibat dalam Kelas Inspirasi dan pelbagai gerakan turun Indonesia Mengajar yang digagas Anies Baswedan.

Hobi melukis yang ditekuni membuat Chiki memutuskan untuk mengambil kulih animasi di negeri jiran. Malaisya. Es krim merupakn jajanan favoritnya. Di sela-sela kuliahnya, ia memutuskan untuk kerja paruh waktu di gerai es krim. Penghasilan dari bekerja paruh waktu itu cukup membiayai hidupnya. Lamaran magang di Les’Copaque pun diterima. Selama empat bulan magang, Chiki menunjukan kinerja yang baik hingga perusahaan animasi itu menunggunya lulus untuk segera bekerja disana.

Sambal belajar dan terlibat dalam proses kreatif Upin & Ipin, Chiki dan beberapa teman kuliahnya memiliki mimpi untuk bisa memajukan animasi tanah air. Tiga tahun bekerja di Les’Copaque, ia memutuskan kembali ke tanah air. Pada tahun 2012, Chiki mendirikan perusahan animasi bernama Monso House Animation Studio, menawarkan karakter-karakter khas Indonesia seperti Kembang Gula, Gocex, dan Timun & Toge.

Chiki juga kerap diundang untuk mengisi acara-acara berteman industry kreatif. Chiki pun pernah beberapa kali dilibatkan dalam penjurian kontes animasi untuk Festival Film Indonesia (FFI) pada 2015.

Namun sayang, perusahaan tidak bisa bertahan lama. Chiki sempat bersedih dan patah, mimpinya untuk memajukan industry animasi tanah air harus terhenti. Chiki tidak pernah kendur dan terus berkarya, mencari celah untuk bisa menapaki kesuksesan sebagai musisi, juga label pekerja kreatif lain yang melekal pada dirinya.

Judul : Diary Chiki Fawzi

Penulis : Yugha Erlangga

Penerbit : Emir

Terbit : 2018

Tebal : xiv + 98 Halaman

Sumber : Resensi Harian Fajar 02 Agustus 2018


Most Read Articles

esis emir