Tidak Henti Digugu dan Ditiru

PDFPrintE-mail

A teacher affects eternity; they can never tell where their influence stops.”

-Henry Adams

 

Persis 21 tahun sejak pertama kali pemerintah Indonesia menentukan bahwa Hari Guru Nasional jatuh pada tanggal 25 November. Para pahlawan yang jasanya sangat besar meski tak menerima tanda jasa tersebut masih berperan penting dalam kehidupan kita. Tidak pernah ada orang yang bisa membantah sedikit banyak adanya pengaruh yang guru berikan saat bersekolah, dan tak terbayang bahwa pengaruh yang saat itu mungkin terlihat sepele, ternyata bisa mengubah alur besar hidup seorang manusia. Benar, sejalan dengan yang dikatakan Henry Adams di atas, tak ada yang bisa mengetahui sampai mana pengaruh dari seorang guru. Karena, guru akan selalu digugu dan ditiru; digugu berarti dapat dipercaya, sementara ditiru berarti teladan.

Guru mengajarkan hal sederhana, seperti bersikap hormat dan santun, hingga hal besar seperti berpikir logis dan mendalami ilmu. Pasti Anda masih bisa mengingat siapa guru favorit Anda, dan hal yang menjadikannya favorit. Entah sekadar sikapnya yang ramah, keras, menyemangati, atau kutipan ucapannya yang selalu terngiang-ngiang di pikiran Anda. Benar, sesederhana itu guru mempengaruhi Anda, tidak muluk-muluk, karena hal-hal yang berkesan dalam ingatan Anda tersebutlah yang justru membentuk karakter Anda. Pengaruh guru dimulai dari sana. Tanggung jawab besar dari seorang guru untuk terus dapat dipercaya dan menjadi teladan membuat jasanya tak tanggung-tanggung, mengubah masa depan bangsa!

Lalu, apa “guru” hanya dapat dimaknai sebatas orang yang berprofesi sebagai pengajar? Tentunya jangan. Setiap kita adalah guru bagi orang lain, karena setiap orang selalu memiliki kelebihan yang bisa diajarkan kepada orang lain. Benar, selalu ada pelajaran yang bisa didapat dari siapa pun. Kita semua adalah guru bagi semua orang. Semua orang berhak menjadi teladan, dan sebaiknya kita tetap demikian.

Selamat hari guru, Semuanya!

A teacher affects eternity; they can never tell where their influence stops.”

-Henry Adams

 

Persis 21 tahun sejak pertama kali pemerintah Indonesia menentukan bahwa Hari Guru Nasional jatuh pada tanggal 25 November. Para pahlawan yang jasanya sangat besar meski tak menerima tanda jasa tersebut masih berperan penting dalam kehidupan kita. Tidak pernah ada orang yang bisa membantah sedikit banyak adanya pengaruh yang guru berikan saat bersekolah, dan tak terbayang bahwa pengaruh yang saat itu mungkin terlihat sepele, ternyata bisa mengubah alur besar hidup seorang manusia. Benar, sejalan dengan yang dikatakan Henry Adams di atas, tak ada yang bisa mengetahui sampai mana pengaruh dari seorang guru. Karena, guru akan selalu digugu dan ditiru; digugu berarti dapat dipercaya, sementara ditiru berarti teladan.

Guru mengajarkan hal sederhana, seperti bersikap hormat dan santun, hingga hal besar seperti berpikir logis dan mendalami ilmu. Pasti Anda masih bisa mengingat siapa guru favorit Anda, dan hal yang menjadikannya favorit. Entah sekadar sikapnya yang ramah, keras, menyemangati, atau kutipan ucapannya yang selalu terngiang-ngiang di pikiran Anda. Benar, sesederhana itu guru mempengaruhi Anda, tidak muluk-muluk, karena hal-hal yang berkesan dalam ingatan Anda tersebutlah yang justru membentuk karakter Anda. Pengaruh guru dimulai dari sana. Tanggung jawab besar dari seorang guru untuk terus dapat dipercaya dan menjadi teladan membuat jasanya tak tanggung-tanggung, mengubah masa depan bangsa!

Lalu, apa “guru” hanya dapat dimaknai sebatas orang yang berprofesi sebagai pengajar? Tentunya jangan. Setiap kita adalah guru bagi orang lain, karena setiap orang selalu memiliki kelebihan yang bisa diajarkan kepada orang lain. Benar, selalu ada pelajaran yang bisa didapat dari siapa pun. Kita semua adalah guru bagi semua orang. Semua orang berhak menjadi teladan, dan sebaiknya kita tetap demikian.

Selamat hari guru, Semuanya!

Most Read Articles

Acara dan Promo


esis emir