4 Potensi Dasar Selain Kecerdasan Akademik dari Pembelajaran Sekolah

PDFPrintE-mail

Belakangan, putra-putri kita yang masih bersekolah sering dihinggapi rasa ketakutan yang besar terkait dengan pencapaian nilai dari pembelajarannya di sekolah. Selain guru, orang tua seolah memberi beban tersendiri bagi anak untuk bisa mendapat nilai tinggi. Pahitnya, terkadang mereka justru mengalami stres karena merasa tuntutan yang begitu besar.

Biasanya, orang tua selalu menuntut nilai yang bagus dari putra-putrinya, tentu itu sejalan dengan pemikiran mereka bahwa nilai yang tinggi menandakan tingkat intelektual yang tinggi. Memang, bukanlah hal yang aneh jika orang tua berharap putra-putrinya membawa cukup bekal untuk mengadapi masa depannya, dan kecerdasan adalah modal terpenting. Namun, terkadang orang tua terlalu terburu-buru membuat keputusan untuk menghilangkan hal-hal penting lain yang tak kalah penting.

Hal itu serupa dengan yang dikatakan oleh Arief Rachman, pakar pendidikan Indonesia, dalam buku Arief Rachman: Guru karya Ukim Komarudin, yang menegaskan bahwa ada 4 potensi lain yang dikembangkan di sekolah selain potensi intelektual. Keempatnya, sejajar dengan potensi intelektual, merupakan tolak ukur keberhasilan dari suatu pembelajaran, dan diharapkan dapat dipahami serta dikembangkan pula oleh orang tuanya di rumah.

Empat potensi dasar tersebut adalah:

1. Kelekatan Sosial

Dalam sekolah yang berisi individu-individu yang beraneka ragam, setiap siswa dilatih untuk berinteraksi, tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu, dan bersikap lebih toleran. Perbedaan tidak dinilai sebagai kekurangan dari suatu masalah, tetapi justru dipahami sebagai kekayaan dan keunikan. Tujuan besar dari potensi ini adalah kematangan sikap siswa untuk mampu hidup bersama dalam keanekaragaman.

2. Sensitivitas Emosi

Sudah diketahui pasti, bahwa ciri mendasar dari sifat terdidik adalah kehalusan perilaku. Tajamnya kepekaan seseorang terlihat dari kemampuannya untuk dapat berempati, bersimpati, serta memikirkan dampak baik dan buruk dari segala perilakunya terhadap orang lain sebelum bertindak. Sederhananya pula, sensitivitas emosi akan menumbuhkan kepekaan untuk menghormati orang lain, baik itu orang tua dan guru dan sikap sayang kepada sesama manusia.

3. Keunggulan Spiritualitas

Dalam sekolah, tentu semua pembelajaran harus relevan dengan kedekatan dirinya pada Sang Pencipta. Tentu, karena ilmu tanpa iman adalah sia-sia, dan spiritualitas yang tinggi akan mampu membatasi kemungkinan penyalahgunaan ilmu yang sudah didapat di sekolah.

4. Kesehatan Fisik

Hal ini tentu penting bagi putra-putri kita, bahwa kesehatan fisik akan mendukung kesehatan pikiran. Dengan mengembangkan potensi ini, siswa akan lebih mudah untuk beraktivitas dan menggali ilmu tanpa harus memikirkan hal-hal lain yang membebani fisiknya, termasuk penyakit, kebutuhan nutrisi, dan kebugaran.

Setelah memahami adanya empat potensi lain yang guru-guru coba kembangkan di sekolah, tentunya Anda akan lebih menyadari bahwa putra-putri Anda tidak hanya dididik untuk cerdas secara akademik. Pastinya, Anda akan lebih dapat melihat perkembangan positif apa yang putra-putri Anda telah capai, selain kecerdasan intelektual. Karena tentu saja, yang terbaik untuk anak adalah segalanya, bukan?


Most Read Articles

Acara dan Promo


esis emir