29 April 2019 Festival Literasi 2019 Sukses Digelar di Bandung

Festival Literasi 2019 Sukses Digelar di Bandung

Proses penandatanganan giant cover

Banyak cara bisa dilakukan untuk meningkatkan budaya literasi. Salah satunya seperti yang dilakukkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dengan menggalakkan budaya baca di tiap jenjang pendidikan, minimal sebelum masuk kelas. Serta pembuatan program perpustakaan untuk setiap desa di seluruh Jawa Barat.

Upaya lain untuk mendukung gerakan literasi di Jabar adalah dengan menggelar sebuah acara Festival Literasi bertema “Habis Gelap Terbitlah Terang,”. Acara yang diselenggarakan pada Sabtu, 20 April 2019 ini bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DISPUSIPDA) Provinsi Jawa Barat di Lapangan Parkir Gedung Sate Bandung.

Acara ini dibuka langsung oleh dan juga Kepala Perpustakaan Nasional, Bapak Syarif Bando dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil didampingi oleh sang istri yaitu Atalia Praratya Kamil. Setelah sukses diselenggarakan sebanyak 6 kali, acara ini berhasil menarik sebanyak 300 peserta yang terdiri atas pelajar SD, SMP, SMA, guru dan kalangan umum turut serta.

Festival Literasi diselenggarakan dalam rangka menyambut hari buku sedunia dan hari kartini. Salah satu alasan diselenggarakannya acara ini bertepatan dengan momen hari kartini adalah karena Kartini memiliki peran penting sebagai salah satu inspirator penggerak literasi pada zamannya.

Melalui brand Erlangga for Kids dan Esensi,istri gubernur Jawa Barat yang juga merupakan Bunda Literasi Jawa Barat sukses meluncurkan 2 buku karyanya yang berjudul Mia & Ikan Goreng dan Catatan Kecil Tentang Kita.

Atalia mengungkapkan alasan diselenggarakannya Festival Literasi 2019 dan terbitnya 2 buku tersebut ini salah satunya karena masih rendahnya kegemaran masyarakat untuk membaca dan memahami suatu makna dari bacaan tersebut.

 “Harapan saya masyarakat tidak hanya menjadi pembaca saja, tetapi juga bisa menjadi seorang penulis. Saya berharap dengan hadirnya saya di tengah industri perbukuan ini bisa membantu mendorong semangat membaca dan menulis masyarakat Jawa Barat dan juga seluruh Indonesia.” tutup bu Atalia.

Di-tag pada:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *