Seribu Berkah Sholat

Kisah pengalamanku yang berkesan di bulan ramadan bermula ketika perjalan dari kota pasuruan menuju ke kota semarang (bisa dibilang mudik). waktu itu saya berangkat dari pasuruan jam 11 siang. Dalam perjalanan cuaca sangat panas sekali, akan tetapi hal tersebut tidak menjadikan halangan bagi saya untuk tetap berpuasa. Separuh perjalanan sudah terlewati, akan tetapi entah mengapa tiba – tiba mobil saya mogok. Apesnya lagi mogoknya ada di tengah – tengah area persawahan, jauh dari penduduk, kekeringan (jarang air). Di tambah lagi keadaan semakin sore dan saya belum melaksanakan sholat. Pada saat itu saya berjalan sepanjang 1 kilometer untuk mencari pertolongan. saya bingung mencari pertolongan kemana-mana, akan tetapi tidak ada satupun yang mau menolong saya. Di karenakan di daerah tersebut telah terjadi perampokan dengan modus meminta pertolongan. Jadi sulit bagi saya untuk mendapatkan pertolongan.

 Matahari sudah mulai terbenam saya teringat bahwa saya belum melaksanakan sholat. Saya merasa kebingungan lagi mencari air untuk berwudlu. Dari arah kejauhan saya melihat sebuah sumur yang ada di tengah – tengah sawah. Tidak usah menunggu lama saya langsung menghampiri sumur tersebut dengan berharap saya dapat menemukan air di dalamnya. Dengan susah payah saya melewati sawah – sawah yg kering tersebut menuju ke sumur. Sesampainya di sumur saya menengok kebawah dan ternyata kekeringan juga. Lama semakin lama matahari hampir terbenam semakin dalam menunjukkan bahwa waktu maghrib akan segera tiba. Saya kebingungan sekali di satu sisi saya harus melaksanakan kewajiban sebagai orang muslim, dan satunya lagi saya harus mencari pertolongan agar mobil bisa di perbaiki.

Melihat waktu sudah mepet saya mendahulukan kewajiban saya sebagai orang muslim yaitu sholat. Dengan keadaan keterbatasan air akhirnya saya melakukan tayammum. Setelah saya melaksanakan sholat alhamdulillah tiba – tiba ada seseorang yang mendatangi saya. Dia berkata “mas yang tadi minta pertolongan itu ya?’’. “iya pak” jawab saya. Kata bapak tersebut “Mari mas ikut saya kerumah, kebetulan tetangga saya ada bengkel mobil”. Terus saya bertanya “bapak kenapa kok mau bantu saya? Sedangkan di daerah sini rawan sekali dengan perampokan.” Dengan tersenyum bapak tersebut menjawab “kebetulan saya tadi habis pulang dari rumah saudara saya melihat mas yang meminta pertolongan tadi sedang sholat di tengah – tengah sawah, jadi saya mengira bahwa apa mungkin seorang yang sedang sholat di tengah – tengah sawah dalam keadaan waktu yang mepet di katakan sebagai perampok?”.

Alhamdulillah akhirnya saya mendapatkan pertolongan melalui bapak tersebut, dan melakukan buka puasa di rumah beliau. Ke esokan harinya mobil sudah di servis dan sudah siap untuk melakukan perjalanan kembali. Dari peristiwa itulah saya mendapatkan banyak pelajaran, bahwa dalam keadaan apapun jangan sampai kita meninggalkan sholat. “assholaatu ‘imaduddin” artinnya sholat itu tiang agama.

Oleh: Ingqiyad liamrillah

Dari: Pasuruan, Jawa timur

kontes cerita ramadhan emir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *