Sedekah...Investasi Dunia Akhirat

PDFPrintE-mail

????????? ?????????? ????????????? ??? ??????? ????? ????? ??? ??????????? ???????????? ?????? ????? ????? ??????? ?????????? ????? ????????? ????? ?????? ?????????? ????? ???? ???????????

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Rabb mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (QS. Al-Baqarah [2]:262)

Sedekah adalah amalan ibadah yang saling bersinggungan secara vertikal (hablum minallah) dan horizontal (hablumm minannas). Namun perlu diingat, bersedekah memiliki tata cara. Dari ayat di atas, ada hal yang perlu digarisbawahi oleh kita semua, yaitu “mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima). Maka, hendaknya apabila kita bersedekah, hindarilah sifat riya agar kita tidak menyakiti perasaan si penerima sedekah dan menjadikan kita manusia yang rendah hati.

Sedekah bisa dijadikan investasi dunia dan akhirat bagi umat muslim. Investasi ini merupakan investasi yang profitnya di luar nalar dan sulit dijangkau logika. Bahkan investasi ini terus mengalirkan profitnya sampai kita meninggal nanti. Rasulullah SAW bersabda:

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang saleh” (HR. Muslim).

Kalkulasi sedekah memang terkadang tidak bisa diterima nalar. Seperti yang kita ketahui, rumus matematika sedekah ustadz Yusuf Mansur memang sudah tak asing lagi karena rumusnya memang cakep. Kok cakep? Iya dong, kan sesuai firman Allah SWT  berikut:

“Barang siapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan). (QS. Al-An’am [6] : 160)

Berdasarkan ayat Al-Qur’an di atas, jadi setiap kita bersedekah 1 kali, maka akan diganti 10 kali.  Misalnya kita punya uang Rp. 10.000,00 dan disedekahkan Rp. 1.000,00 maka, uang kita akan bertambah menjadi Rp. 19.000,00. Rumusnya sebagai berikut:

(10.000-1000 = 9.000) + 10 (setiap sedekah sekali diganti 10 kali), jadi 19.000

Dalam ayat lain, rumusan matematika sedekah ustadz Yusuf Mansur lebih cakep lagi, sebagaimana ayat berikut:

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 261)

Jadi, jika kita punya uang Rp. 10.000,00 dan kita sedekahkan Rp. 1000,00, maka Allah SWT akan menggantikan uang yang kita sedekahkan itu menjadi Rp. 709.000,00. Rumusnya sebagai berikut:

(10.000 – 1.000) + 700 (setiap sedekah sekali diganti 700 kali), = 9.000 + 700 =709

Itulah janji Allah SWT kepada hamba-Nya. Tidak ada ceritanya orang yang suka bersedekah malah jatuh miskin. Justru sebaliknya, semakin banyak bersedekah, maka orang tersebut semakin kaya.

Begitulah sedekah, investasi yang profitnya langsung dibayar cash di dunia dan terus mengalir sampai ke akhirat. Investasi yang selalu menguntungkan dalam segala situasi dan kondisi ekonomi yang cenderung labil dan stagnan. Jadi, perbanyak sedekah yuk, biar hidup semakin berkah!

Most Read Articles


esis emir