Kiamat dan Akhirat

PDFPrintE-mail

Pernahkah kalian membayangkan seperti apa hari Kiamat itu? Dan kapankah Kiamat akan terjadi? Ya Kiamat, kejadian yang menjadi rahasia besar sang Maha Kuasa. Tak ada seorang pun yang tahu kapan Kiamat itu akan terjadi, Allah hanya memberi tahu tanda-tandanya saja, seperti keluarnya Dâbbah (binatang melata), matahari terbit dari timur, tiga tahun paceklik, dan lain sebagainya.

Kiamat terjadi setelah tiupan pertama sangkakala Malaikat Israfil. Tiupan pertama ini mengakibatkan bumi diguncang gempa selama 40 hari. Batu-batuan hancur, ketujuh lapis langit tergulung, bintang-bintang berjatuhan, dan seluruh alam semesta pun hancur.

Selama di dalam kubur manusia didatangi oleh Malaikat yang akan memberikan pertanyaan “siapa Tuhanmu, apa agamamu, siapa Nabimu” dan lain sebagainya. Semua pertanyaan tersebut bisa dijawab sesuai tingkat keimanan dan ketakwaan manusia selama di dunia. Bagi orang yang selama di dunia mengerjakan amal saleh tentu pertanyaan tersebut bisa dijawab dengan mudah, akan tetapi bagi mereka yang kerap berbuat zalim, mereka tidak akan bisa menjawabnya, maka mereka pun diazab, kubur akan mengimpit mereka sampai tulang rusuk mereka patah. Keadaan seperti itu akan berlangsung sampai kiamat tiba.

Setelah Malaikat Israfil meniup sangkakala untuk yang ke dua kalinya semua makhluk yang telah mati dibangkitkan kembali. Mereka digiring ke Padang Mahsyar untuk perhitungan amal. Semua amal perbuatan selama di dunia ditimbang dengan sangat adil. Di Padang Mahsyar, jarak matahari dengan kepala manusia sangatlah dekat, sehingga manusia bisa tenggelam dalam keringatnya sendiri, tapi keadaan seperti itu hanya akan di alami oleh orang-orang yang tidak taat kepada Allah.

Setelah timbangan amal selesai di gelar, manusia segera digiring menuju Shirâth al-Mustaqîm (jembatan yang sangat lurus). Jembatan tersebut berada di antara padang Mahsyar dan surga, serta terletak tepat di atas kawah neraka Jahanam. Orang-orang yang penuh dengan amal kebaikan akan mudah menyebranginya, lain halnya dengan orang-orang yang berlumur dosa, mereka akan sulit melewati jembatan tersebut, bahkan tak jarang ada yang tergelincir dan jatuh.

Setelah melewati Shirâth al-Mustaqîm, manusia akan menempati tempat yang telah disediakan Allah sesuai hasil timbangan amalan mereka, ada yang masuk ke surga, dan ada juga yang ke neraka. Bagi orang yang mendapatkan surga, mereka akan diberi pakaian dari sutra, di beri makanan dan minuman yang sangat lezat, di temani oleh bidadari dan berbagai kenikmatan  lainnya. Keadaan tersebut berbanding terbalik dengan keadaan di neraka, selain mendapatkan siksa yang pedih, penduduk neraka akan diberi makanan berupa buah Zaqqum, mereka akan memakannya sampai perut mereka merasa kenyang dan kehausan. Setelah kehausan mereka akan diberi air minum yang sangat panas, yang sanggup membocorkan usus mereka.

Seperti itulah balasan yang Allah berikan kepada para hamba-Nya. Allah memberikan balasan sesuai dengan apa yang telah mereka perbuat. Lantas bagaimanakah dengan kita? Sudahkah kita mempersiapkan bekal untuk di akhirat kelak? Selama masih ada waktu, mari kita berusaha mengumpulkan amal kebaikan sebanyak mungkin, agar tidak menyesal di kemudian hari.

Sumber:
S. Royani Marhan, Kiamat dan Akhirat, Jakarta: Erlangga, 2012

Most Read Articles

esis emir