Mendalami Budaya Tionghoa Melalui Buku Anak Erlangga For Kids

PDFPrintE-mail

Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Tahun Baru Tionghoa atau Tahun Baru Imlek 2562, Erlangga for Kids (divisi produk anak PT Penerbit Erlangga) menyelenggarakan acara Erlangga for Kids Imlek Show 2011, bertempat di Main Atrium, East Mall Grand Indonesia, 4 Februari 2011. Acara yang bernuansa anak-anak ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak-anak, memberikan pengetahuan tentang budaya Tionghoa kepada anak-anak, sekaligus memperkenalkan produk-produk baru Erlangga yang berhubungan dengan Tionghoa (buku China, buku bahasa Mandarin, buku karakter Mandarin, puzzle bahasa Mandarin, kartu bahasa Mandarin).

Acara dimulai pada pukul 10.00 dengan lomba mewarnai anak. Para peserta lomba (anak-anak sekolah TK) terbagi dua kelompok. Siswa putra mewarnai Kai-Lan (karakter animasi Tiongkok) dan siswa putri mewarnai karakter putri (baik Kai-Lan maupun putri merupakan karakter yang ada dalam produk Erlangga for Kids). Acara yang diikuti sekitar 100 anak ini akan berlangsung selama 2 jam, diakhiri dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah berupa trofi dan paket produk dari Erlangga for Kids. Acara lomba mewarnai dipandu oleh Kak Mia, yang sangat terkenal sebagai pendongeng anak.

Acara berikutnya adalah lomba fashion show anak dengan menggunakan busana tradisional Tiongkok/China. Acara ini sangat menarik perhatian karena peragaan busana dengan menggunakan busana tradisional Tiongkok jarang ditemui, apalagi jika yang memeragakannya adalah anak-anak. Dalam lomba ini anak akan memeragakan busananya di atas catwalk yang sudah didesain khusus, mengikuti arahan MC dan memberikan perkenalan dengan gaya masing-masing. Seperti halnya acara sebelumnya, acara lomba fashion show anak ini akan berlangsung selama 2 jam, diakhiri dengan pengumuman pemenang dan penyerahan trofi dan paket kepada para pemenang.

Manager Marketing Penerbit Erlangga, L. Sukirno mengaku selama ini Penerbit Erlangga sangat aktif memproduksi buku bertema Mandarin. Sukirno menyebut pangsa pasar buku bertema Mandirin cukup besar sejalan dengan minat masyarakat mempelajari budaya China.

“Tahun ini kami memiliki banyak buku menarik tentang Mandarin, China dan Imlek. Semua dibuat berdasarkan kebutuhan masyarakat yang ingin mengenal lebih dalam budaya China. Semua produk dikemas dalam bentuk yang mudah menarik dan disajikan dalam tulisan yang mudah dipahami,” kata Sukirno.

Most Read Articles

esis emir