Penggunaan Bahasa Inggris Di Sekolah Belum Maksimal

PDFPrintE-mail

Jakarta (16/11). Penggunaan Bahasa Inggris di sekolah, baik di kalangan siswa maupun guru dinilai belum maksimal. Bahasa Inggris masih dipandang sebagai bahasa asing sehingga jarang digunakan dalam proses pembelajaran maupun interaksi di luar kelas.

Untuk meningkatkan penggunaan bahasa Inggris di sekolah, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta mendorong diadakannya berbagai kegiatan siswa untuk membiasakan pengguanaan bahasa Inggris. Salah satunya “Erlangga English Speech Contest” sebuah kontes pidato bahasa Inggris bagi siswa SMA yang diselenggarakan oleh Penerbit Erlangga.

Lomba ini diadakan rutin setiap tahun dan melibatkan ratusan siswa di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Tahun ini Erlangga English Speech Contest diikuti oleh 317 peserta. Masing-masing peserta diminta menyampaikan pidato berbahasa Inggris dengan tema yang sudah diberikan panitia. Peserta dapat memilih salah satu tema untuk disampaikan di hadapan juri.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto mengharapkan kegiatan seperti ini bisa ditambah jenisnya untuk membiasakan siswa menggunakan bahasa Inggris dalam setiap keperluan. Menurutnya, penguasaan bahasa Inggris bagi siswa tingkat SMA sangat penting sebagai ketrampilan penunjang mendalami materi pembelajaran yang tersedia. Dengan bekal bahasa Inggris yang memadai siswa SMA akan mendapat kesempatan lebih luas dalam penguasaan materi pembelajaran.

“Karena itu kami sangat mendukung acara seperti ini agar dilaksanakan secara rutin,” kata Taufik.

Ditambahkannya, penggunaan bahasa Inggris di sekolah ini tidak terbatas hanya di sekolah-sekolah berstandar internasional (SBI) dan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) tapi juga sekolah-sekolah lainnya.

“Secara kuantitas dan kualitas penyelenggaraan Erlangga English Speech Contest tahun ini mengalami peningkatan. Jumlah peserta yang sebelumnya kurang dari 100 siswa, kini mencapai angka 317 siswa yang datang dari wilayah Jabodetabek. Secara kualitas tingkat persaingan juga cukup ketat karena masing-masing peserta mempunyai kemampuan yang relatif sama. Hal itu membuat tim juri harus lebih hati-hati menetapkan peserta yang layak lolos ke babak final,” ujar koordinator acara Erlangga English Speech Contest, Mochammad Ridwan.

Erlangga English Speech Contest kali ini dilaksanakan di Auditorium Perpustakaan Nasional, Salemba, Jakarta Pusat. Babak penyisihan dilakukan tanggal 9 November, diikuti 317 peserta. Sedangkan babak final diselenggarakan 16 November 2010, diikuti 30 finalis.

Juara pertama lomba ini akan mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp. 5 juta ditambah tiket Singapura-Jakarta untuk dua orang. Juara kedua mendapat hadiah uang tunai Rp. 3 juta ditambah voucher kursus bahasa Inggris di The Bristish Institute (TBI) selama 1 semester. Sedangkan juara ketiga mendapat hadiah uang tunai Rp. 1 juta.

Most Read Articles

esis emir