Psikolog Sebut Kompetisi Bisa Tingkatkan Kemampuan Anak

PDFPrintE-mail


SETIAP anak sudah diberkahi kemampuan dan bakat sejak dilahirkan. Tugas orangtua kemudian untuk mengasahnya dan menjadikan hal tersebut sebagai kelebihan dan keistimewaan si anak.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah dengan mengikutsertakan anak dalam sebuah kompetisi. Hal ini dipercaya mampu menjadi senjata agar anak bisa mengenali apa potensi dirinya dan dari kompetisi tersebut, dia bisa belajar hal baru yang tentunya sesuai dengan bakatnya.

Begitu juga yang dijelaskan oleh Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi. bahwa ada kaitan erat di sini antara kompetisi dengan peningkatan kemampuan diri anak.

"Dengan mengikuti berbagai perlombaan, anak dapat belajar memaknai sebuah kompetisi, di mana di sana si anak akan belajar bagaimana mengenali bakatnya dan kemampuan dirinya," tutur Psikolog Mei saat dihubungi Okezone, Selasa (2/10/2018).

Selain itu, melalui kompetisi, anak juga akan belajar untuk mengelola emosi, karena akan ada persaingan dan memahami apa itu menang dan kalah. "Hal ini yang kemudian membuat si anak juga akan belajar bagaimana cara untuk percaya diri," sambungnya.

Sementara itu, hal serupa juga dibenarkan oleh Brand Development Manager Esensi Penerbit Erlangga Fikri Somyadewi, bahwa bagaimana anak bisa berprestasi itu ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya dengan kompetisi.

"Kami percaya bahwa supaya kemampuan, bakat, dan prestasi anak bisa bisa berkembang, kompetisi adalah cara lain yang bisa dilakukan. Nah, dari acara Erlangga Talent Week 2018 ini Erlangga mengambil peran untuk memberikan wadah untuk anak-anak berkompetisi," katanya.

Fikri melanjutkan, dengan anak aktif dalam berkompetisi, diharapkan kemampuan dirinya terus terasah. Hal ini tentunya menjadi bekal yang baik agar anak-anak bisa bersaing dengan masyarakat global yang nantinya mereka rasakan di kemudian hari.

"Kami juga percaya bahwa kemampuan bahasa Inggris penting di era globalisasi seperti sekarang. Sebab, tidak bisa dipungkiri bahwa nantinya generasi penerus ini akan berhadapan dengan masyarakat dunia dan bahasa Inggris menjadi bekal utama si anak," tambahnya.


sumber : Okezone

Most Read Articles

esis emir