Anak Muda Indonesia Miliki Bakat Istimewa

PDFPrintE-mail

Anak muda merupakan generasi penerus bangsa. Saat ini jumlah mereka bahkan paling banyak dari seluruh populasi di Indonesia. Mereka akan menjadi pemimpin yang potensial bila sejak dini aktif mengembangkan kreativitas juga inovasi.

Menurut Dr H M Asrorun Ni'am Sholeh, MA selaku Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda Kementrian Pemuda dan Olahraga bonus demografi bangsa Indonesia, merupakan tantangan, potensi dan juga peluang untuk melakukan percepatan kebangkitan Indonesia untuk menjadi negara maju. Menurutnya potensinya ada, tinggal bagaimana kita menaikkan potensi tersebut bersama-sama. Cara memastikannya adalah anak-anak muda yang berada dilapisan paling besar di bangsa kita.

Anak muda merupakan bagian yang paling strategis, tentunya dengan pendidikan, kesehatan yang baik dan pengetahuan keterampilan memadai. Salah satu cara untuk menimbulkan potensi anak muda adalah dengan mengikuti ajang pencarian bakat. Dimana acara ini memiliki potensi empowering agar bisa menjadi nyata. Menunjukkan minat bakat secara aktual.

"Semakin banyak ruang partisipasi masyarakat untuk mendorong kreativitas anak muda semakin bagus, wujud nyata partisipasi dengan kegiatan Erlangga Talent Week (ETW). Untuk mencari talenta muda diberbagai bidang," ujarnya disela konferensi pers pembukaan ETW 2018 di Jakarta, Kamis (25/10).

Dengan kreativitas, inovasi dan pengembangan anak muda, banyak potensi baru dikembangkan. Beberapa tahun kedepan Naim yakin akan muncul Nadim Makarim atau Jack Ma baru.

"Bakat anak muda Indonesia sangat baik dan juga beragam. Mereka memiliki keunggulan baik bersifat kompetitif dan komparatif. Ini bisa dilihat dari prestasi anak muda di ajang internasional. Mulai dari olahraga, sisi akademik dan hal-hal yang membutuhkan skill khusus," ujarnya.

Salah satu contoh anak muda yang melakukan kontes robotik mereka menjuarai tingkat internasional. Waktu demam piala dunia ada perwakilan Indonesia yang ikut lomba sepakbola robot. Indpnesia juara dunia pada saat kita terkesima hiruk pikuk piala dunia, Indonesia jadi juara dunia sepakbola robot. Prestasi anak muda Indonesi tidak kalah membanggakan. Sepakbola juga demikian, U19 U18 punya bakat luar bisa. Tapi butuh diupdate bakat ini agar lebih konsistem dan berkesinambingan.

Harapannya untuk pemuda pemudi yaitu perlu kontribusi nyata dari kita untuK memberi ruang partisipasi anak mengembangkan bakatnya.

Direktur Utama Penerbit Erlangga, Raja D.M. Hutauruk meyakini bangsa Indonesia akan terus membangun kota dan desa, membangun infrastruktur, dan membangun sumber daya manusia yang unggul. Ia juga yakin bangsa Indonesia akan sukses pada tahun 2030 dan seterusnya. Penerbit Erlangga,turut mendukung proses pembentukan manusia Indonesia yang tangguh, siap berkompetisi dan berani bersaing dengan bangsa-bangsa lain, dengan menyediakan wadah bagi mereka untuk meningkatkan kompetensi dan bakatnya. Oleh karena itu, Penerbit Erlangga dengan bangga menyelenggarakan Erlangga Talent Week (ETW) 2018.

ETW adalah event yang didedikasikan khusus untuk para siswa, guru, orang tua, masyarakat umum sebagai wadah kegiatan positif yang bertujuan untuk menumbuhkan dan mengasah bakat/talenta dan keahlian (skill) generasi muda di Indonesia.

Lebih lanjut, event ini merupakan perpaduan antara aktivitas perlombaan, talkshow, unjuk bakat dan kreativitas, hiburan, serta tidak kalah penting pameran buku-buku pendidikan atau referensi belajar atau literasi bagi siswa, guru, orang tua dan masyarakat umum.

Salah satu lomba terbaik dalam Erlangga Talent Week ini adalah Lomba Erlangga English Speech Contest. Lomba ini diikuti oleh lebih dari 2500 siswa/siswi jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan sederajat yang berasal dari wilayah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya.

Setelah melalui tahapan penyisihan dan semi final, terpilihlah satu finalis setiap jenjang yang mewakili setiap wilayahnya. Kegiatan lomba ini berlangsung dari MaretSeptember 2018, sedangkan grand final Erlangga English Speech Contest akan diselenggarakan di panggung utama pada 27 Oktober 2018, pukul 11.00-14.00 WIB.

Sumber: Republika Online

Most Read Articles

esis emir